Kembali ke Naskah
Naskah Lengkap

Jam Tangan Mama

Tersedia
Jenis
Naskah Lengkap
Jumlah Kata
Belum dicatat
Halaman
275
Kategori
hijrah

Sinopsis

Jam Tangan Mama Sejak kecil, Arga selalu mengingat satu benda yang tak pernah lepas dari pergelangan tangan mamanya: sebuah jam tangan tua berwarna perak. Bukan jam mahal. Kacanya bahkan sudah penuh goresan. Namun, setiap kali Arga bertanya mengapa Mama tak pernah menggantinya, jawabannya selalu sama. Selama jam ini masih berdetak, Mama akan selalu ada untuk kalian. Bertahun-tahun kemudian, waktu mengubah segalanya. Arga tumbuh dewasa, mengejar karier, sibuk dengan kehidupan sendiri, hingga tanpa sadar mulai jarang pulang. Telepon dari Mama sering ia tunda. Pesan-pesan singkat hanya dibalas seperlunya. Ia selalu merasa masih punya banyak waktu. Hingga suatu hari, jam tangan itu berhenti berdetak. Di saat yang sama, kabar yang paling ia takutkan datang. Sepeninggal Mama, Arga menemukan sebuah kotak kecil berisi jam tangan tua itu dan beberapa surat yang ditulis untuk dibaca pada waktu-waktu tertentu dalam hidupnya. Dari lembar demi lembar surat itulah ia akhirnya mengetahui perjuangan yang selama ini disembunyikan sang ibu: mimpi-mimpi yang dikorbankan, air mata yang tak pernah diperlihatkan, dan doa-doa yang tak pernah putus meski anak-anaknya sering lupa pulang. Jam tangan itu ternyata bukan sekadar penunjuk waktu. Ia adalah saksi dari setiap lembur demi biaya sekolah, setiap malam tanpa tidur saat anak sakit, dan setiap detik cinta yang diberikan tanpa pernah meminta balasan. Kini Arga sadar, yang berhenti bukanlah jarum jam itu.

Cuplikan Naskah

Tiga hari kemudian. Rumah yang dulu ramai kini dipenuhi lantunan doa. Arga duduk terpaku di sudut ruang tamu. Orang-orang datang silih berganti, mengucapkan belasungkawa, lalu pulang membawa cerita tentang perempuan yang selama ini ia panggil Mama. "Almarhumah baik sekali." "Beliau sering membantu tetangga." "Beliau selalu mendoakan anak-anaknya." Arga hanya mengangguk. Aneh. Mengapa semua orang seolah mengenal Mamanya lebih baik daripada dirinya? Saat hendak merapikan kamar, matanya tertuju pada sebuah kotak kayu kecil di atas lemari. Di dalamnya hanya ada dua benda. Sebuah amplop. Dan sebuah jam tangan tua berwarna perak.